Selasa, 21 Desember 2021

Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh

 Simak, Ada 10 Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Jamaah Haji Dan Umroh

Kurma menjadi salah satu oleh oleh yang wajib dibeli saat beribadah Haji Plus dan Umroh buah khas dari negara timur tengah ini mempunyai banyak sekali jenis dari yang lembek sampai belum matang pun ada. Tapi terkadang para jamaah haji dan umroh bingung untuk membeli kurma mana yang cocok untuk oleh oleh keluarga dan teman-teman di Indonesia. Maka dari itu saya akan memberikan info tentang Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh


1. Kurma Ajwa atau Kurma Nabi

Kenapa kurma ini sering disebut kurma nabi karena katanya kurma ajwah ini adalah jenis kurma yang paling disukai nabi. Warna buahnya yang hitam gelap, dagingnya yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu manis. Kurma jenis ini hanya ada di Kota Madinah, kurma ini juga memiliki nutrisi paling banyak diantara kurma lainnya.

Disebut juga sebagai “Kurma Nabi”, karena Rasulullah SAW. dahulu sangat menyukai dan kerap mengonsumsinya. Kurma Ajwa ini hanya tumbuh di wilayah Arab Saudi bagian barat atau Madinah. Mempunyai rasa yang tidak terlalu manis, hampir mirip dengan kismis. Warnanya hitam pekat sedikit kemerahan, berbentuk bulat dan memiliki tekstur kulit halus serta berkerut-kerut.  Buah yang satu ini juga dianggap sebagai kurma terbaik karena segudang khasiatnya baik bagi kesehata

2. Kurma Sukari

Terkenal sebagai kurma keluarga kerajaan Arab Saudi, kurma Sukari tumbuh di Al Qaseem Arab Saudi. Karena Raja Arab dahulu senang mengonsumsinya dan lebih menyukai kurma tersebut dalam keadaan utuh. Berbeda dengan Rasulullah SAW. yang lebih senang memakannya ketika sudah dikeringkan. Kurma yang satu ini mempunyai warna coklat muda dengan kulit tipis kekuningan yang membungkusnya. Kurma Sukari berbentuk bulat, bertekstur lembut dan lumer ketika berada dalam mulut. Kemudian rasanya juga manis serta legit.

3. Kurma Medjool 

Jenis kurma Medjool ini berasal dari Maroko, dengan bentuk yang lonjong memanjang dan besar. Buahnya berwarna coklat tua, berdaging tebal, beraroma harum, berserat dan rasanya cukup manis seperti caramel.

Didatangkan langsung dari Amerika Serikat, salah satu dari beberapa jenis termahal di Indonesia. Tekstur dari kurma ini lebih legit dengan bentuk yang lebih besar dari yang lain. Rasa yang diberi pun manis dengan rasa asam yang minim.

4. Kurma Thoory

Biasa kita sebut dengan kurma thuri, kurma ini sangat terkenal di Aljazair. Kurma ini mempunyai tekstur yang cenderung kering dengan warna coklat kemerahan dan kalau kurma ini di keringkan warnanya akan berubah menjadi kebiruan.

enis buah kurma Thoory merupakan salah satu yang populer di Aljazair. Tekstur kurmanya sendiri sedikit keras dan tidak terdapat kacang di dalamnya. Walaupun begitu sensasi kacangnya tetap dapat terasa dengan dominan rasa yang manis. Warna kurma Thoory ini aslinya coklat kekuningan. Namun yang menjadi unik ialah ketika mengalami pengolahan berupa pengawetan, ia bisa berubah warna menjadi kebiru-biruan.

5. Kurma Khidri

Warna dari kurma ini adalah merah maroon dan dengan bentuk yang lonjong kurma ini mempunyai rasa yang enak. Kurma ini adalah kurma yang sering dijadikan olahan berbagai makanan karena rasanya yang tidak terlalu manis.

Jenis kurma satu ini sering menjadi olahan para koki sebagai campuran pada makanan. Meskipun warnanya cenderung merah tua, ternyata dari segi rasa tidak terlalu manis dan teksturnya sangat kenyal serta kering.

6. Kurma Amir Hajj

Kurma ini adalah kurma yang terkenal di Irak, daging buahnya yang tebal dan sangat lembut membuat kurma ini sangat disenangi oleh para pembeli. Kurma ini juga dikenal dengan welcome kurma karena kurma ini sering digunakan sebagai hidangan selamat datang untuk para wisatawan.

Dalam budaya di Irak, kurma satu ini sering menjadi hidangan bagi para tamu yang berkunjung atau disebut sebagai the visitor’s date. Daging buahnya sendiri tebal, lembut, berkulit tipis, serta rasanya cenderung manis.

7. Kurma Delight Noor

Kurma berikutnya biasa didatangkan dari Tunisia atau Al-Jazair. Dalam arti bahasa Indonesia, bermakna “kurma yang bercahaya”. Karena memang warnanya akan menjadi cantik keemasan ketika terkena sinar matahari. Kurma Deglet Noor berbentuk lonjong memanjang dan teksturnya lembut dengan rasa yang mirip dengan madu.

8. Kurma Safawi

Buah kurma Safawi menjadi salah satu kurma terbaik setelah kurma Ajwa. Pohonnya pun terkenal sangat produktif menghasilkan buah, sehingga lebih gampang menemukannya daripada populasi pohon kurma Ajwa. Kurma Safawi punya kulit yang bertekstur kering serta keriput. Namun daging buahnya ternyata tebal, kenyal dan rasanya legit tapi tidak terlalu manis.

9. Kurma Zaghloul

Buah ini memiliki rasa yang sangat manis bentuknya yang lonjong dan warnanya yang merah menjadikan buah ini terlihat seperti buah melinjo. Kurma ini termasuk kurma eksklusif karena harganya yang sangat mahal dan bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang mengonsumsi kurma jenis ini.

10. Kurma muda


Di negara asalnya, kurma muda lebih dikenal dengan sebutan kurma Rutab. Kurma Rutab sendiri sebenarnya merupakan kurma yang masih setengah matang. Rasanya tidak terlalu manis dan memiliki tekstur yang agak lunak. Berbeda dengan kurma tua alias kurma Tamar yang sudah matang sempurna, memiliki rasa manis, dan teksturnya lebih lembek serta agak liat.

Kurma tidak hanya laris dijadikan santapan berbuka puasa. Bagi banyak pasangan yang ingin punya momongan, buah asal Jazirah Arab ini dipercaya dapat membantu meningkatkan kesuburan agar cepat hamil. Namun, yang dikonsumsi bukanlah buah kurma kering yang berwarna cokelat, melainkan kurma muda dengan warna sedikit kuning kehijauan.

Bagaimana apakah Anda masih bingung untuk memilih kurma jenis apa yang akan Anda beli untuk oleh-oleh saat beibadah Umroh atau Haji Plus nantinya. Itu tadi sedikit informasi tentang Kurma Favorit untuk Oleh Oleh Haji Umroh. Semoga Kita umat muslim dapat menunaikan ibadah umroh dan haji plus dalam waktu dekat. Aamiin YRA






Senin, 20 Desember 2021

Masjid Bir Ali Tempat Tamu Allah Mengambil Miqat

Masjid Bir Ali, Tempat Tamu Allah Mengambil Miqat


Di perbatasan Tanah Haram, tepatnya 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah, ada tempat cantik bernama Masjid Bir Ali. Di sinilah Miqat Makani (tempat berniat umrah/haji) bagi calon jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Madinah menuju Masjidil Haram, Makkah. 

Masjid Bir Ali ini adalah tempat Rasullullah SAW mengambil miqat dan memakai ihram sebelum melaksanakan ibadah umroh. 
Miqat dalam bahasa Arab berarti batas- batas yang sudah ditetapkan bagi dimulainya ibadah haji atau umroh. Dahulu disebut dengan nama Dzulhulaifah. Hingga saat ini, jemaah umroh maupun haji dari seluruh penjuru dunia yang memulai perjalanan dari Madinah selalu mengambil miqat dan salat sunah dua rakaat di Masjid Bir Ali ini. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rasullulah SAW

Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Makkah sebenarnya masih cukup jauh. Perlu waktu 4 sampai 6 jam naik bus untuk tiba di Makkah karena jaraknya masih lebih kurang 450 km.  Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu: 
  1. Mandi sunnat ihram dan memakai pakaian ihram; 
  2. shalat sunnat ihram 2 rakaat; dan 
  3. Berniat ihram serta bertalbiyah.\

Sejarah Masjid Miqot Bir Ali


Di lokasi masjid ini berdiri pada masa Rosulullah terdapat sebuah pohon jenis akasia yang menjadi tempat Rosulullah berteduh saat miqot ditempat ini untuk menunaikan ibadah umroh. Ditempat tersebut kemudian dibangun masjid. Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah (87-93 H).

Masjid yang sama kemudian direnovasi pada masa dinasti Abbasiyah dan direnovasi lagi pada dinasti Utsmaniyah dimasa pemerintahan Sultan Mehmed IV (1058-1099 H). Pada waktu itu masjid masih berbentuk sangat kecil dan terbuat dari batu, dan belum ada jemaah haji dan umrah yang singgah di masjid ini.

Perluasan dan peningkatan fasilitas masjid dilakukan dimasa kekuasaan Raja Fahd bin Abdul Aziz yang memerintahkan renovasi dan perluasan masjid ini. Selanjutnya karena semakin banyaknya jumlah jemaah haji dan umrah, masjid ini telah diperluas beberapa kali lipat, dan diberikannya fasilitas yang diperlukan, hingga luas masjid ini mencapai 6.000 meter persegi dan dapat menampung 5000 jemaah sekaligus.

Tentang Masjid Miqot Bir Ali


Masjid Miqot Bir Ali dibangun begitu besar dengan denah segi empat menyerupai sebuah benteng pertahanan. Bangunan utama masjid berada di tengah tengah dikelilingi koridor koridor panjang dengan arcade yang dibagian sisi dalamnya di dominasi warna kemerah merahan, sedangkan tembok luar bangunannya sendiri mayoritas bewarna krem. Dari area parkir Jemaah akan melalui gerbang tinggi besar dengan dua menara diatasnya.

Bangunan utama masjid berada di dalam “tembok benteng” tersebut, dilengkapi dengan area terbuka dan taman taman hijau yang teduh. Bangunan masjidnya juga berdenah segi empat, dibagian tengahnya terdapat “inner courtyard” atau pelataran tengah dilengkapi dengan satu pancuran air di bawah bangunan kecil berkubah dikelilingi taman yang menghijau.


‘Bangunan seperti benteng’ yang mengitari sekeliling masjid ini sejatinya adalah bangunan bangunan fasilitas pendukung masjid, termasuk ratusan unit toilet, kamar mandi, tempat wudhu, kios kios pedagang, klinik kesehatan, loker penitipan barang, kantor pengelola, kantor petugas keamanan, dan fasilitas lainnya.

Menara masjidnya cukup unik dibangun dengan bentuk tangga spiral setinggi 62 meter, lokasinya berada di bagian dalam tembok benteng. Masuk ke dalam masjid ini, kita akan menemukan jejeran tiang tiang beton berukuran besar yang masing masing terhubung dengan lengkungan sebagai penyangga struktur atap diatasnya.

Dominasi warna merah pada bagian atas lengkungan dan hamparan karpetnya memberikan kesan mewah di dalam masjid ini. Tiang tiang penyangga masjid ini yang cukup besar, dibagian bawahnya dibuat relung relung yang difungsikan sebagai rak tempat menyimpan kitab suci Al-Qur’an.


Untuk kenyamanan Jemaah masjid Bir Ali dilengkapi dengan lebih dari 500 toilet dan kamar mandi dibagi menjadi tiga peruntukan masing masing toilet dan kamar mandi untuk Jemaah pria, wanita dan Jemaah difabel.  Banyaknya kamar mandi dan toilet tersebut sangat membantu Jemaah yang akan membersihkan diri dan bersuci sebelum memulai ihram dari masjid ini. Di masjid ini Jemaah juga akan melaksanakan sholat sunah umrah dilanjutkan dengan berniat dan melanjutkan perjalanan ke kota suci Mekah.

Landscape disekeliling masjid ini berupa pegunungan batu dan pasir serta perkebunan kurma yang cukup luas. Untuk menampung kendaraan Jemaah, masjid Bir Ali juga dilengkapi dengan halaman parkir yang cukup luas dan parkirnya tidak berbayar alias gratis

Uniknya Masjid Bir Ali


Karena banyaknya jamaah yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, maka masjid cantik ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk peziarah yang memiliki kekurangan fisik (difable). Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi. Ada banyak petugas kebersihan di sini.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87 - 93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada jaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun (1981 sampai 2005 M). 

Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah. Keseluruhan areal masjid luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun

Minggu, 19 Desember 2021

Wisata ke Tempat Bersejarah (City Tour) di Kota Mekkah Saat Umroh

Wisata ke Tempat Bersejarah (City Tour) di Kota Mekkah Saat Umroh

Makkah merupakan kota tempat Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Di Makkah pula ayat pertama Al Quran diturunkan. Keberadaan Kota Makkah tidak bisa terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS yang menempatkan keluarganya di sana setelah hijrah dari Palestina. Atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim membangun Kabah.

Berikut destinasi bersejarah yang biasanya dikunjungi jemaah saat berada di Makkah:

1. Masjidil Haram dan Kabah

Wisata ke Tempat Bersejarah (City Tour) di Kota Mekkah Saat Umroh

Masjidil Haram adalah tempat jemaah haji maupun umrah berkumpul untuk melakukan thawaf, sa'i, shalat, dan itikaf. Di dalam Masjidil Haram terdapat Kabah yang menjadi kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia. Masjidil Haram dibangun kembali oleh Khalifah Umar bin Khattab pada 17 Hijriyah. Bangunan Masjidil Haram terdiri atas 4 lantai dengan 95 pintu masuk pada bangunan lama dan 79 pintu pada bangunan baru. 

Kabah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS setelah sempat rata dengan tanah. Letak Kabah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS berada tepat di lokasi Kabah yang dibangun oleh Nabi Adam AS.
Di Ka’bah terdapat Hajar Aswad yang disunahkan kepada Anda yang melaksanakan ibadah umroh untuk mengusapnya dan bahkan menciumnya.Di Masjdil Harom ini Anda juga akan melaksanakan tawaf dan sa’i. Tawaf  yaitu, Anda akan mengelilingi Ka’bah dengan 7 kali putaran. Setelah itu akan dilanjutkan dengan sa’i yang dimana dilaksanakannya berbeda dengan tawaf. Sa’i dilaksanakan di mas’a yang dimana terdapat dua belas bukit yang dinamakan Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Sa’i tersebut dimulai dari Bukit Shafa lalu berjalan ke Bukit Marwa hal itu dilakukan sebanyak 7 kali putaran.

2. Gua Hira di Jabal Nur

Jabal Nur berlokasi sekitar 6 kilometer sebelah utara Masjidil Haram. Di puncak Jabal Nur terdapat Gua Hira. Gua Hira merupakan tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Surat Al Alaq ayat 1-5.
Wisata ke Tempat Bersejarah di Kota Mekkah Saat Umroh


3. Maulid Nabi

Wisata ke Tempat Bersejarah di Kota Mekkah Saat Umroh

Yang dimaksud dengan Maulid Nabi adalah tempat Nabi Muhammad lahir. Kini, rumah tempat Nabi lahir telah berubah menjadi perpustakaan yang terletak di sebelah timur halaman timur Masjidil Haram. Awalnya, rumah kelahiran Nabi itu diberikan kepada putra Abu Thalib, Aqil. Kemudian, tempat ini juga sempat beralih kepemilikan dan dibangun menjadi masjid, hingga dipugar menjadi perpustakaan pada 1950 oleh Syaikh Abbas Qatthan dengan uang pribadinya.

4. Masjid Hudaibiyah

Masjid Hudaibiyah terletak di wilayah Hudaibiyah, yang berlokasi sekitar 25 kilometer dari Masjidil Haram. Kini, wilayah Hudaibiyah dikenal dengan nama daerah Al-Syumaisyi. Di daerah Hudaibiyah pernah terjadi perdamaian antara Rasulullah dengan orang-orang kafir Makkah yang terkenal dengan Perdamaian Hudaibiyah.

5. Mata Air Zamzam

Wisata ke Tempat Bersejarah (City Tour) di Mekkah Saat Umroh

Suatu hal yang umum bagi para jamaah haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah di tanah suci adalah membawa air Zamzam sebagai oleh-oleh keluarga di tanah air. Setiap orang muslim pasti sudah sangat paham dan mengenal keistimewaan air yang memiliki banyak khasiat dan keberkahan ini. Begitu juga dengan sejarah munculnya air Zamzam pada zaman nabi Ibrahim AS. Sumur mata air Zamzam ini kini berada di Masjidil Haram di Mekkah. Meski dulunya berupa sumur biasa, kini seiring dengan banyaknya jamaah haji yang ke tanah suci, mata air Zamzam sudah mengalami perombakan dan perluasan area, hingga banyak disediakan keran air minum agar jamaah bisa mengambil air Zamzam dengan lebih leluasa.

6. Jabal Rahmah/Gunung Rahmah

Wisata ke Tempat Bersejarah di Kota Mekkah Saat Umroh

Jabal Rahmah merupakan tempat yang memiliki sejarah dalam Islam. Dimana jabal ini merupakan tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa yang sudah berpisah sekitar 200 tahun lamanya. Lantaran Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah khuldi yang sudah Allah larang untuk mereka makan, namun, atas godaan syetan, Nabi Adam dan Siti Hawa memakannya.

Jabal Rahmah ini berlokasi di Kota Makkah lebih tepatnya terletak di tepi Padang Arafah sebelah timur Kota makkah. Jabal Rahmah ini dikenal dengan sebutan gunung kasih sayang. Di puncak Jabal Rahmah ini terdapat sebuah monumen beton yang dibangun berwarna putih yang tingginya mencapai sekitar 8 m. Para jamaah umroh atau haji yang datang dari penjuru dunia, pasti akan mengunjungi atau berziarah serta mendaki Jabal Rahmah ini karena, terdapat kisah sejarah yang menarik dibalik Jabal Rahmah ini.

7. Jabal Tsur/Gunung Tsur

Wisata ke Tempat Bersejarah  di Kota Mekkah Saat Umroh

Jabal Tsur merupakan jabal dengan tinggi sekitar 1.400 m/4 Kilometer yang berada di Kota Makkah dan lebih tepatnya disebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mendaki ke Jabal Tsur butuh fisik yang kuat karena tingginya jabal ini. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mendaki jabal ini. Walaupun dikatakan demikian, banyak para jamaah umroh dengan usia lanjut berhasil sampai ke puncak Jabal Tsur tersebut. Di Jabal Tsur ini juga terdapat anak tangga yang juga memudahkan para jamaah untuk mendakinya.

Di puncak Jabal Tsur ini terdapat gua yang dinamakan Gua Tsur. Gua Tsur ini merupakan tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW saat itu bersama sahabatnya Abu Bakar As Siddiq selama 3 hari ketika hijrah ke Kota Madinah. Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya tersebut bersembunyi lantaran ingin dibunuh oleh Kaum Quraisy. Setelah 3 hari lamanya persembunyian, akhirnya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar keluar dari Gua tersebut. Lalu, melanjutkan perjalanan untuk pergi ke Kota Madinah. Hal ini merupakan hijrah pertama Nabi Muhammad SAW saat itu.

8. Jabal Nur

Wisata ke Tempat Bersejarah di Kota Mekkah Saat Umroh

Tempat ini merupakan tempat yang sangat bersejarah dalam Islam dan sangat istimewa. Jabal Nur ini terletak di Kota Makkah. Untuk mendaki Jabal Nur ini butuh fisik yang kuat karena, tinggi gunung ini mencapai kurang lebih 600 Meter. Disamping itu, untuk mendaki gunung ini kurang lebih memakan waktu 1 jam. Di jabal ini juga terdapat bebatuan dengan bentuk tangga dan juga ketika sudah hampir sampai di puncak Jabal Nur ini terdapat pegangan dengan bahan besi yang juga dapat membantu para jamaah saat mendaki kesana.

Tempat ini juga merupakan tempat yang sangat ingin dikunjungi para jamaah umrah yang datang ke Saudi Arabia.Seperti yang kita ketahui Jabal Nur atau Gunung Nur ini merupakan gunung yang terdapat gua yang dinamakan “Gua Hira”. Dimana tempat ini merupakan tempat saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama yang diturunkan melalui Malaikat Jibril.

9. Perternakan Onta

Wisata ke Tempat Bersejarah di Mekkah Saat Umroh


Di Arab Saudi, peternakan unta umumnya dapat dijumpai di Hudaibiyah, Asyuraeek, dan Ja'ronah. Di antara ketiganya, yang paling mudah diakses adalah Hudaibiyah yang berlokasi sedikit di luar Kota Makkah menuju Jeddah.

Setibanya di peternakan unta, pengunjung bisa memberi makan unta dengan rumput yang sudah disediakan. Kendati hidup di gurun yang mana sejauh mata memandang sulit sekali menemukan tanaman hijau, namun unta-unta yang ada cukup gemuk. Bahkan unta-unta tersebut bisa memproduksi susu.

Demikian Artikel Tentang Destinasi Tempat Bersejarah yang Bisa Kunjungi Saat Umroh Baik Saat Di Madinah Maupun di Mekkah.

Semoga Kita Smua Umat Muslim Dapat Melaksanakan Ibadah Umroh Dan Haji Plus Dalam Waktu Dekat ini... Aamiin YRA

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Mengunjungi Percetakan Al Quran Di Madinah

Sebagai salah satu kota suci bagi umat Muslim Madinah jadi tujuan ibadah Haji dan Umroh. Saat berkunjung ke kota ini, mampirlah ke Pusat Percetakan Al Quran yang merupakan terbesar sedunia yang terletak di Madinah. percetakan Alquran adalah Salah satu tempat favorit untuk dikunjungi saat musim umrah milik Kerajaan Arab Saudi di Madinah. Di Katakan Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia karena Di sini, sekitar 18 juta eksemplar Alquran diproduksi setiap tahun.

Lokasi percetakan berada dalam Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif.  Lokasinya tak jauh dari Masjid Nabawi. Hanya sekitar 11 kilometer (km).

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif, begitu nama percetakan Al Quran terbesar di dunia. Percetakan ini terletak di jalan menuju Kota Tabuk, sekitar 10 Km dari Madinah. Kompleks Percetakan Al Quran ini sudah berdiri sejak tahun 1405 H (1984 M) di tanah seluas 25 hektar. Dan Pabrik percetakan Alquran ini diresmikan Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada tahun 1984. 

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Inilah tempat berwisata sekaligus menambah ilmu dan wawasan tentang sejarah perkembangan Al Quran. Di dalam komplek percetakan yang sangat luas ini, terdapat juga juga sejumlah fasilitas lainnya seperti bangunan kantor utama, rumah sakit, gudang, kantin, rumah tinggal karyawan, toko, dan masjid.

Didukung 1.300 pekerja, pabrik beroperasi selama 24 jam. Puluhan juta eksemplar Alquran dicetak dalam 78 bahasa.

Jutaan eksemplar kitab suci dalam berbagai bentuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh wilayah Arab Saudi. Serta puluhan negara di dunia.

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Gedung percetakan itu sendiri berbentuk seperti gudang. Di dalamnya terdapat mesin cetak berukuran besar dalam jumlah banyak, serta mesin pemotong kertas. Di lantai dasar, traveler akan melihat lembaran bakal Al Quran yang sudah dicetak, tapi belum dipotong dengan ketinggian mencapai tiga hingga empat meter!

Dibuka untuk Umum

Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah

Percetakan Alquran ini terbuka untuk umum. Namun hanya dibuka sejak pukul 08.00 WAS sampai 14.00 WAS.

Pengunjung bisa melihat langsung proses produksi Alquran. Namun saat masuk ke dalam pabrik, pengunjung harus antre. Sebab jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15-20 orang per rombongan.

Masing-masing rombongan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk melihat langsung proses pencetakan kitab suci Alquran. Dalam sehari jumlah pengunjung pabrik percetakan Alquran ini sekitar 3.000 orang.

Usai melihat langsung, pengunjung bisa mendapatkan langsung Alquran secara cuma-cuma, satu buah per orang. Bila kurang tersedia lokasi pembelian Alquran dengan berbagai ukuran.

Demikianlah Artikel Tentang Mengunjungi Percetakan Al Quran Terbesar di Dunia di Madinah. Semoga bisa menjadi refrensi wisata bersejarah saat anda umroh dan haji saat berada di madinah.

Sabtu, 18 Desember 2021

5 Fakta Menarik Tentang Jabal Uhud Di Madinah

5 Fakta  Menarik Tentang Jabal Uhud, Gunung Tertinggi & Terbesar di Madinah, Medan Perang Sekaligus Makam 70 Syuhada

Fakta Menarik Tentang Jabal Uhud Di Madinah

Bagi yang pernah menjalankan Ibadah Umrah atau Haji Plus, tentu tak asing dengan bukit yang penuh sejarah bagi umat Islam ini

Dalam sejarah Islam, dikenal sebuah peperangan yang disebut perang Uhud.
Jabal Uhud adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah penduduk Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang artinya 'bukit menyendiri'.

"Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, 'Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga'," demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.


Fakta Menarik Tentang Jabal Uhud Di Madinah


1. Terletak di sebelah Utara Madinah

Jabal Uhud, gunung yang berada di Utara Madinah ini memiliki ketinggian sekitar 350 meter.

2. Jabal Uhud memiliki keunikan bila dibandingkan dengan gunung yang ada di Madinah

Berbeda bila dibandingkan dengan gunung yang ada di Madinah, Jabal Uhud terdiri dari gunung yang tak bersambungan dengan gunung lainnya.

Hal ini membuat orang-orang di Madinah menyebutnya Jabal Uhud yang artinya bukit menyendiri.

3. Bukit yang ada di surga

Satu di antara bukit yang ada di surga adalah Bukit Uhud. Hal itu tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari.

"Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

4. Gunung Tertinggi dan terbesar di Madinah

Dilansir dari Wikipedia, Gunung Uhud terbentuk dari batu granit warna merah memanjang dari tenggara ke barat laut.

Lokasinya membentang sepanjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah.

5. Menjadi saksi sejarah perang dahsyat umat Islam

Perang Uhud yang merengut nyawa 70 syuhada menjadi kemunduran bagi umat muslim terjadi di Bukit Uhud. Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman para syuhada, satunya adalah Hamzah bin Abdul-Muththalib paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya berziarah, banyak anggota jemaah Haji Plus Dan Umroh yang melakukan foto dan jemaah juga bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman menuju parkir kendaraan, terdapat puluhan pedagang yang menawarkan barang dagangannya.

Mengunjungi Jabal Uhud Madinah Saat City Tour Umroh

Mengunjungi Jabal Uhud Madinah Saat Umroh, 'Bukit Menyendiri' yang Ada di Surga




Jabal Uhud adalah bukit yang dijanjikan di surga. Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah penduduk Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang artinya 'bukit menyendiri'.

"Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, 'Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga'," demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Rasulullah SAW bersama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Usman bin Affan RA. Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Rasulullah kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, "Tenanglah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya." Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kelompok musyrikin Mekah sekitar 3.000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush'ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada itu dimakamkan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai untuk Rasul gugur karena badannya dipenuhi anak panah.

Pemakaman Syuhada


Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri kembali ke Mekah, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh, sehingga ada satu liang kubur terdiri dari beberapa syuhada.

Muhammad SAW bersabda, "Mereka yang dimakamkan di Uhud tak memperoleh tempat lain kecuali ruhnya berada di dalam burung hijau yang melintasi sungai surgawi. Burung itu memakan makanan dari taman surga, dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berkata siapa yang akan menceritakan kondisi kami kepada saudara kami bahwa kami sudah berada di surga."

Maka Allah berkata, "Aku yang akan memberi kabar kepada mereka." Maka dari situ kemudian turun ayat (Qs 3:169) yang berbunyi, "Dan janganlah mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah itu meninggal."

46 Tahun kemudian, yaitu pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, terjadi banjir besar sehingga makam Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin rusak berat. Ternyata, meski sudah lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat itu masih segar, seperti baru saja meninggal. Maka jasadnya dikubur di tempat lain tapi masih di kawasan Gunung Uhud.

Pada tahun 1383 H, dibangun tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji, agar peziarah dapat menyaksikan makam tersebut. Di dalam areal pemakaman tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Kecintaan Rasulullah kepada para syuhada Uhud, terutama Hamzah mendorong beliau melakukan ziarah ke Jabal Uhud hampir setiap tahun. Jejak ini diikuti pula oleh beberapa khalifah setelah Rasul wafat.

Dengan demikian Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi oleh para pengunjung, khususnya jemaah haji dan umroh. Saat itu jemaah haji dan umroh Indonesia dan mancanegara mencoba mengenang perjuangan para pejuang Islam dan berziarah.

"Bagaimana dulu ya, para pejuang melepaskan dan membidik panah kepada lawan mereka. Apalagi mungkin saat itu cuaca sangat panas," kata Kholid anggota jemaah asal Indonesia dari bukit kecil dekat kuburan para tentara yang mati sahid atau syuhada sambil memandang ke Bukit Uhud.

Tidak hanya berziarah, banyak anggota jemaah Haji Plus dan Umroh yang melakukan foto dan jemaah juga bisa membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman menuju parkir kendaraan, terdapat puluhan pedagang yang menawarkan barang dagangannya.

Demikian Artikel Tentang Mengunjungi Jabal Uhud Madinah Saat City Tour Umroh. Semoga Bermafaat.

Kamis, 16 Desember 2021

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah, Saat City Tour Umroh

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah, Saat City Tour Umroh

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Ketika umroh biasanya ada waktu dimana Jamaah Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah, Saat City Tour Umroh. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi Jamaah Umroh Saat Berada Di Madinah.
Nah berikut Di Ulas singkat tentang Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah, Saat City Tour Umroh, sebagai bagian dari napak tilas perjalanan dakwah Rosulullah saw.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Letak Lokasi Masjid Quba

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Masjid Quba terletak di sebuah desa dengan nama yang sama di 6 kilo meter kota Madinah yang saat ini masjid dan desa tersebut telah menjadi bagian dari kota Madinah. Alasan penamaan masjid ini dengan nama Masjiq Quba disebutkan karena masjid ini dibangun di samping desa Quba. Penamaan desa ini juga dikarenakan memiliki sumur yang terkenal dengan nama sumur Quba.

Sejarah Masjid Quba Madinah

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Menurut beberapa riwayat, Masjid Quba Madinah merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah pada saat hijrah ke Madinah.

Masjid Quba Madinah merupakan bangunan yang di dirikan atas dasar taqwa, sebab menurut catatan sejarah masjid ini di dirikan Rasulullah  pada saat unta yang di tunggangi nya berhenti dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, dan merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad ﷺ di Kota Madinah sebelum Masjid Nabawi.

Ketika Rasulullah ﷺ hijrah dari Mekkah atas perintah Allah untuk menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy, yang bertepatan pada Senin 8 Rabiul Awal atau 23 September 622 Masehi.

Dalam upaya hijrah itu, lokasi pertama yang disinggahi Rasulullah ﷺ adalah Gua Jabal Tsur. Di dalam gua ini, Rasulullah ﷺ bersembunyi bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy.

Setelah kondisinya dirasa aman, Rasulullah ﷺ kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Beliau memilih jalan yang berbeda dari jalan umum. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertemuan secara langsung dengan orang-orang kafir Quraisy.

Dan sebelum tiba di Madinah, Rasulullah ﷺ sempat singgah di beberapa tempat dan salah satunya adalah Quba bersama Bani ‘Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al-Hadm.

Hanafi al-Malawi dalam bukunya Tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah ﷺ, menjelaskan, Rasulullah ﷺ tinggal di desa Quba selama empat hari dan kemudian membangun sebuah masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Quba.
Inilah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasulullah ﷺ kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

”Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Setelah masjid berdiri, Rasulullah ﷺ menjadi imam ketika melaksanakan shalat berjamaah secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba yang kiblatnya yang pada saat itu mengarah ke Masjid Al-Aqsha.

Keistimewaan dan Keutamaan Masjid Quba Madinah

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Masjid Quba Madinah bukan hanya memiliki nilai sejarah saja, akan tetapi ada keistimewaan dan keutamaan yang bisa dijadikan amalan untuk menambah keimanan kita kepada Allah Azza wa jalla.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang didirikan Rasulullah SAW bersama sahabat.  
Pahala orang yang sholat di Masjid Quba seperti pahala orang yang melaksanakan umroh.
Rasulullah SAW bersabda:

من تطهر في بينته ثم أتى مسجد قباء، فصل فيه صلا ة، كان له كأجر عمرة

"Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu sholat di dalamnya dengan suatu sholat, baginya seperti pahala orang yang melaksanakan umroh." (HR Ibnu Majah).

Saad bin Abi Waqqash, radhiyallahu 'anhu berkata: 

لأن أصلي في مسجد قباء (ركعتين) أحب إلي من أن أصلي في مسجد بيت المقدس

"Sungguh aku sholat di Masjid Quba (dua rakaat) lebih aku sukai daripada sholat di Masjid Al-Aqsa." (HR Al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu Syabbah).

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Sementara itu, terkait dengan sejumlah berkaitan dengan sholat di Masjid Quba, ada beberapa ketentuan yang menopang keutamaan tersebut yaitu 

Pertama untuk bisa mendapatkan pahala Umroh dengan sholat di Masjid Quba, hendaknya seseorang berwudhu dari rumahnya atau dari hotelnya.
Kemudian setelah itu menuju ke Masjid Quba, sebagian ulama tidak mempersyaratkan berwudhu di rumah untuk mendapat pahala ini. Di antaranya Ibnu Tamimiyyah dan As-Sindi. Namun semua sepakat bahwa berwudhu di rumah baru berangkat menuju Masjid Quba lebih afdal.

Kedua, jika telah berwudhu dari rumah atau hotel, lantas di tengah perjalanan menuju Masjid Quba wudhunya batal, silakan dia berwudhu lagi karena batalnya wudhu tersebut tidak menghalangi pahala umroh

Ketiga sholat yang dinilai dengan pahala umrah bersifat umum, baik sholat fardu maupun sholat sunnah.

Mengunjungi Ke Masjid Quba Madinah Saat Umroh

Setelah masjid berdiri, Rasulullah ﷺ menjadi imam ketika melaksanakan shalat berjamaah secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba yang kiblatnya yang pada saat itu mengarah ke Masjid Al-Aqsha.

Masjid Quba Madinah bukan hanya memiliki nilai sejarah saja, akan tetapi ada keistimewaan dan keutamaan yang bisa dijadikan amalan untuk menambah keimanan kita kepada Allah Azza wa jalla.

Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad ﷺ. selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan salat dua rakaat. 

Demikian artikel Mengunjungi Masjid Quba Madinah, Edisi City Tour Umroh. Semoga mengobati rasa kangen saya dan kita semua. Semoga tahun ini kita semua bisa berangkat Umroh. Aamiin

Mengunjungi Jabal Tsur Di Mekah Saat City Tour Umroh

Jabal Tsur Bukti Keajaiban Allah Saat seorang Muslim berada di Mekkah Al Mukarramah, mungkin ia berkunjung ke sebuah tempat bersejarah di sa...